Bruno Conti, Empat Suku Kata yang Menjadi Bagian Abadi Sejarah Roma
Ada tokoh yang dikenang karena trofi. Ada pula yang hidup selamanya lewat cara mereka membuat orang jatuh cinta pada sepak bola. Bruno Conti berada di kategori kedua.
Nama itu di Roma bahkan nyaris tak pernah dipisahkan. Bukan Bruno dan Conti, melainkan “BrunoConti”, diucapkan dalam satu tarikan napas oleh para tifosi Giallorossi. Seolah tak ada jeda yang pantas untuk legenda yang begitu menyatu dengan identitas klub dan kota.
Setengah abad pengabdiannya kepada AS Roma tak hanya dibangun lewat apa yang ia lakukan di atas lapangan. Setelah gantung sepatu, BrunoConti tetap menjadi bagian penting dari denyut Roma sebagai pelatih, koordinator akademi, hingga sosok penyelamat ketika mengambil alih tim utama pada musim penuh gejolak 2004-05.







