Saturday, October 24, 2026
ASROMA NEWS

Gasperini: Berharap Koné Pulih Sebelum Jeda Internasional, Dybala Bisa Kembali Pekan Depan

49views

Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, berharap Manu Koné bisa kembali bermain sebelum jeda internasional, sementara Paulo Dybala berpeluang pulih pada pekan depan. Di tengah badai cedera dan hukuman larangan bermain yang menimpa sejumlah pemain, Gasperini juga menegaskan bahwa Roma membutuhkan skuad yang lebih besar untuk menghadapi padatnya jadwal kompetisi.

Roma akan menjamu Genoa asuhan Daniele De Rossi di Stadion Olimpico pada Sabtu pukul 20.45 waktu setempat. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Giallorossi untuk bangkit setelah menelan kekalahan menyakitkan 3-4 dari Real Madrid di Liga Champions, ketika mereka gagal mempertahankan keunggulan dan kebobolan tiga gol pada fase akhir pertandingan.

Dalam konferensi pers di Trigoria pada Jumat pukul 13.30, Gasperini membahas kondisi para pemain yang cedera, persiapan menghadapi Genoa, hingga evaluasinya terhadap perkembangan Roma musim ini. Koné dan Dybala masih menjalani pemulihan, sedangkan Mile Svilar dan Bryan Cristante juga belum tersedia. Roma turut kehilangan Donyell Malen yang harus absen akibat hukuman larangan bermain.

Koné Ditargetkan Kembali Sebelum Jeda Internasional, Dybala Lebih Cepat

Gasperini mengonfirmasi bahwa Koné mengalami cedera otot tingkat satu setelah pertandingan melawan Real Madrid. Meski demikian, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa cedera gelandang tersebut tidak terlalu serius.

“Koné sudah menjalani pemeriksaan MRI. Hasilnya menunjukkan cedera tingkat satu yang tidak terlalu signifikan. Dia membutuhkan waktu untuk pulih dan kami berharap bisa kembali diperkuat olehnya saat menghadapi Sassuolo,” ujar Gasperini.

Sementara itu, kondisi Dybala relatif lebih baik. Penyerang asal Argentina tersebut ditarik keluar saat jeda pertandingan melawan Real Madrid akibat kelelahan pada otot gastrocnemius, salah satu otot utama betis. Pemeriksaan tidak menemukan cedera serius.

“Untuk Dybala, tidak ada masalah khusus. Dia hanya mengalami kelelahan pada otot betis. Kami berharap bisa memulihkannya pada pekan depan,” kata Gasperini.

Roma berharap Dybala bisa segera kembali memperkuat lini serang, sedangkan Koné membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang. Keduanya dipastikan tidak tersedia untuk menghadapi Genoa.

Bryan Cristante juga masih absen akibat peradangan pada lutut setelah pertandingan melawan Inter Milan. Gasperini berharap gelandang tersebut bisa kembali tersedia ketika Roma menghadapi Napoli, tetapi ia tidak ingin mengambil risiko yang dapat memperburuk kondisinya.

“Kami berharap dia bisa tersedia untuk pertandingan melawan Napoli. Itulah harapan kami. Dia seorang petarung dan akan berusaha lebih keras lagi dalam situasi sulit seperti ini. Namun, saya tidak ingin mengambil risiko yang bisa mengganggu pemulihannya,” ujar Gasperini.

Gasperini Tak Ingin Roma Terbebani Target Scudetto

Kekalahan dari Real Madrid tidak membuat Gasperini kehilangan kepercayaan terhadap kualitas skuadnya. Ia menilai Roma telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing dalam rangkaian pertandingan sulit melawan Inter, Como, dan Real Madrid.

Meski demikian, sang pelatih tidak ingin pembicaraan mengenai perebutan gelar Scudetto menjadi beban tambahan bagi para pemain. Baginya, fokus utama Roma adalah menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.

“Sepanjang musim ini, kami sudah melihat kualitas tim, tetapi tanpa membicarakan Scudetto karena hal itu akan membuat situasi menjadi rumit. Tim ini memiliki kualitas, sebagaimana terlihat dari hasil-hasil yang sudah kami raih,” tutur Gasperini.

“Belakangan ini kami harus menghadapi Inter, Como, dan Real Madrid. Dalam semua pertandingan itu, kami menunjukkan level permainan kami. Kondisi pertandingan bisa berubah. Terkadang kami bermain dengan kekuatan penuh, tetapi terkadang ada hal tak terduga, seperti kartu merah yang diterima Malen. Itu bagian dari sepak bola.”

Gasperini menilai Roma tetap mampu bersaing dengan tim-tim kuat selama tidak mengalami kejadian yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.

“Kami meninggalkan tiga pertandingan tersebut dengan keyakinan yang semakin kuat bahwa, selama tidak ada kejadian khusus, kami mampu bersaing dengan mereka,” lanjutnya.

Namun, ia mengakui bahwa kekalahan dari Real Madrid memberikan dampak psikologis kepada tim. Roma harus belajar dari pengalaman tersebut dan menunjukkan respons yang lebih kuat saat menghadapi Genoa.

“Dampak psikologis itu memang ada. Kami merasakannya pada pertandingan kemarin dan harus memperbaiki hal tersebut. Tim ini tidak perlu merasa harus memenangkan Liga Champions atau Scudetto. Yang terpenting adalah menunjukkan kemampuan kami,” kata Gasperini.

Menurutnya, masalah Roma bukan semata-mata penurunan kondisi fisik. Kekuatan mental juga memegang peranan penting, terutama ketika menghadapi tekanan pada fase akhir pertandingan.

“Kami membutuhkan reaksi yang kuat, dan pada pertandingan kemarin reaksi itu tidak terlihat. Untungnya, kami bermain lagi besok. Genoa mungkin tidak memiliki pemain-pemain bintang seperti Real Madrid, tetapi mereka sangat piawai menutup ruang dan membuat lawan kesulitan. Ini akan menjadi tantangan dengan karakter berbeda.”

Roma Kekurangan Pemain, Gasperini Minta Skuad Lebih Besar

Salah satu persoalan yang paling disoroti Gasperini adalah terbatasnya pilihan pemain. Absennya Koné, Dybala, Cristante, serta Malen membuat Roma memiliki lebih sedikit opsi, terutama di lini tengah dan depan.

Gasperini menegaskan bahwa klub-klub yang berkompetisi di level Eropa membutuhkan skuad lebih besar untuk menghadapi kalender pertandingan modern.

“Saat ini kami tidak bisa melakukan apa-apa. Ketika saya mengatakan hal ini pada Agustus, saya berisiko dianggap mengeluh. Namun, klub yang bermain di kompetisi Eropa tidak bisa memiliki jumlah pemain yang sama seperti lima tahun lalu. Dengan jadwal pertandingan sekarang, skuad yang lebih besar memang diperlukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Roma masih memiliki cukup banyak pemain di lini belakang dan sektor sayap. Namun, pilihan di lini tengah dan lini depan lebih terbatas. Dalam kondisi tertentu, mereka bahkan harus mempertimbangkan pemain dari tim Primavera, tim junior Roma.

“Kami memiliki Malen yang terkena larangan bermain, sementara Koné, Dybala, dan Cristante juga absen. Di lini belakang dan sayap, jumlah pemain kami cukup, tetapi di lini tengah dan serangan kami kekurangan opsi. Meski begitu, kami tetap bisa bermain. Semua pemain muda ini sudah pernah turun ke lapangan,” jelasnya.

Gasperini menilai pertandingan melawan Genoa menjadi kesempatan bagi para pemain yang jarang tampil untuk membuktikan kemampuan mereka. Roma membutuhkan tenaga dan intensitas tinggi, tetapi tetap harus bermain dengan kualitas yang sesuai dengan level kompetisi mereka.

Ia juga mengisyaratkan bahwa Lorenzo Pellegrini berpeluang dimainkan lebih dalam di lini tengah untuk mengatasi keterbatasan opsi. Menurut Gasperini, peran tersebut bukan sesuatu yang asing bagi sang kapten.

Sementara itu, Castro berpeluang mendapatkan kesempatan tampil untuk menggantikan Malen. Gasperini menilai pemain tersebut memiliki kualitas dan sudah mengenal karakter kompetisi Italia.

“Kami sempat bermain dengan sepuluh orang pada pertandingan kemarin, sehingga situasinya menjadi seperti itu. Namun, Castro adalah pemain yang memiliki kualitas dan mengenal liga ini. Pertandingan besok merupakan kesempatan yang bagus baginya,” ujar Gasperini.

Gasperini Menilai Kekalahan dari Real Madrid Bukan Sekadar Penurunan Performa

Gasperini menolak anggapan bahwa Roma mengalami penurunan performa secara tiba-tiba atau blackout ketika menghadapi tim-tim besar. Menurutnya, pertandingan melawan Real Madrid juga memperlihatkan perbedaan kualitas individu yang bisa menentukan hasil.

Ia mencontohkan Endrick yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui aksi yang tidak terduga. Federico Gatti juga dinilai memberikan kesulitan kepada Roma ketika membantu serangan.

“Bukan berarti kami mengalami penurunan performa secara tiba-tiba. Ada lawan yang, seperti kami, mampu memaksimalkan kualitasnya. Mereka memiliki pemain yang bisa mengubah pertandingan,” kata Gasperini.

“Pada pertandingan kemarin, Endrick menjadi penentu dengan cara yang paling tidak terduga. Hal seperti itu wajar terjadi ketika sebuah tim memiliki pemain yang bisa memberikan dampak besar.”

Gasperini menjelaskan bahwa tim-tim besar kerap menemukan solusi pada menit-menit akhir melalui kemampuan individu, terutama ketika kesulitan membangun serangan secara kolektif. Roma sendiri juga memiliki kemampuan serupa ketika menghadapi lawan-lawan tertentu, tetapi masih harus meningkatkan konsistensi saat berhadapan dengan tim yang mampu memaksimalkan kualitas pemainnya.

Ia juga menilai kekalahan dari Real Madrid memiliki karakter yang tidak biasa. Menurutnya, ketiga gol yang bersarang di gawang Roma tercipta melalui situasi bola mati.

“Pertandingan melawan Real merupakan sebuah anomali karena ketiga gol itu berasal dari situasi bola mati,” ujarnya.

Meski demikian, Gasperini mengakui bahwa aspek mental perlu diperbaiki. Ia menunjuk situasi sepak pojok yang memicu perubahan momentum sebagai momen ketika Roma kehilangan keberanian dan terlambat bereaksi.

Terkait pemain pengganti, Gasperini tidak menilai bahwa mereka menjadi penyebab kekalahan. Ia justru menganggap beberapa pemain yang masuk memberikan kontribusi positif.

“Mora masuk dengan baik, begitu pula Pellegrini. Pisilli masuk setelah sekitar 20 menit, sedangkan Koulierakis tampil sekitar 10 menit dan terlibat dalam situasi sepak pojok. Saya tidak melihat adanya situasi berbahaya dari mereka. Ini memang pertandingan yang sangat tidak biasa, tetapi tetap menjadi bagian dari hasil akhir,” jelasnya.

Soulé dan Mora Terus Berkembang, De Roon Diandalkan

Gasperini juga memberikan penilaian positif terhadap perkembangan Matías Soulé dan Rodrigo Mora. Ia melihat keduanya terus berkembang dan menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan performa para pemain muda tersebut.

“Soulé dan Mora sama-sama mengalami perkembangan. Soulé berusia 23 tahun dan merupakan pemain berkualitas. Tidak ada masalah dengan pemain-pemain ini,” ujarnya.

Di lini tengah, Gasperini menaruh kepercayaan kepada Marten de Roon. Pelatih Roma itu menilai sang gelandang memiliki konsistensi fisik dan mental yang memungkinkannya tampil dalam jadwal padat, termasuk kemungkinan memainkan empat pertandingan dalam sepuluh hari.

“De Roon bahkan bisa bermain lebih banyak lagi. Dia memiliki konsistensi yang luar biasa dan tidak pernah mengalami kesulitan berarti. Dia adalah atlet yang sehat, dan pengalaman baru ini menjadi motivasi baginya,” kata Gasperini.

Ia juga menilai gol De Roon pada pertandingan sebelumnya sebagai ganjaran atas keputusan yang tidak mudah diambil sang pemain.

Sementara itu, Pellegrini dinilai berada di jalur yang tepat untuk kembali mencapai kondisi terbaiknya setelah menjalani operasi. Gasperini menyebut proses pemulihan dan peningkatan kebugaran sang gelandang berjalan positif.

Roma Harus Menjaga Intensitas Selama 90 Menit

Menanggapi pertanyaan mengenai kemampuan Roma mempertahankan intensitas permainan sepanjang pertandingan, Gasperini menilai persoalan tersebut tidak bisa dilihat semata-mata sebagai masalah fisik.

Menurutnya, seluruh tim harus mampu bermain selama 90 menit, sementara pergantian pemain menjadi faktor penting pada fase akhir pertandingan. Padatnya jadwal membuat penurunan kondisi pada sejumlah pemain sulit dihindari.

“Menurut saya, ini sebenarnya bukan masalah utama. Ada tim yang menjadi tolok ukur dan ada yang tidak. Sepak bola saat ini memang seperti itu. Anda harus bermain selama 90 menit,” ujarnya.

Gasperini mengingatkan bahwa Roma pernah membalikkan keadaan dalam sejumlah pertandingan, tetapi juga pernah kehilangan keunggulan. Pada 15 menit terakhir, kemampuan pemain pengganti dapat memberikan perbedaan.

“Tidak ada masalah lain selain kenyataan bahwa kami memainkan banyak pertandingan. Dalam situasi seperti itu, seorang pemain bisa mengalami penurunan kondisi dan Anda harus melakukan pergantian. Pertandingan harus berlangsung selama 90 menit, itu tidak bisa dihindari.”

Roma kini harus segera mengalihkan perhatian ke Genoa. Bagi Gasperini, pertandingan tersebut bukan hanya kesempatan untuk merespons kekalahan dari Real Madrid, tetapi juga momentum bagi para pemain yang mendapatkan kesempatan tampil untuk membuktikan kualitas mereka.

Dengan sejumlah pemain utama yang belum tersedia, Roma dituntut menemukan keseimbangan antara menjaga intensitas, memaksimalkan pilihan yang ada, dan menghindari risiko cedera tambahan. Gasperini berharap timnya bisa melewati periode sulit ini dengan menunjukkan karakter serta kemampuan yang selama ini menjadi dasar performa mereka.

Leave a Response

WeCreativez WhatsApp Support
Kami siap bantu, bila anda Mau pasang iklan atau jadi penulis di ASRomaIndonesia.com?
👋 ASRomaIndonesia.com, siap membantu anda